<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budi Dian Sulistyo</title>
	<atom:link href="http://budidian.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budidian.com</link>
	<description>The difference. Demonstrated</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 16:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Berperang dengan negara tetangga, Sebuah kajian</title>
		<link>http://budidian.com/berperang-dengan-negara-tetangga-sebuah-kajian.html</link>
		<comments>http://budidian.com/berperang-dengan-negara-tetangga-sebuah-kajian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 14:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan berperang]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Perang dengan negara tetangga, sebuah kajian. Akhir-akhir ini banyak pemberitaan mengenai problema kita  dengan negara tetangga mengenai perselisihan batas wilayah kedua negara. Yang pada akhirnya memberitakan kemungkinan adanya peperangan antara kedua negara. Sangat disayangkan jika itu terjadi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Perang dengan negara tetangga, sebuah kajian.</strong> Akhir-akhir ini banyak pemberitaan mengenai problema kita  dengan negara tetangga mengenai perselisihan batas wilayah kedua negara. Yang pada akhirnya memberitakan kemungkinan adanya peperangan antara kedua negara. Sangat disayangkan jika itu terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia dan negara tetangga Malaysia memiliki kemiripan budaya, yaitu budaya melayu. Bahkan kita juga memiliki dasar agama yang sama yaitu Islam. Mengapa harus berperang? Bukankah kita sesama umat Islam adalah saudara &#8211; dengan umat lain kita berteman.</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><strong>Ada apa dibalik semua ini?</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
(ini hanya teori, jadi tidak harus dipercayai).</em> Di bumi ini ada sebuah negara, katakan saja <strong>Negara $ </strong>bekerjasama dengan <strong>Bangsa Y</strong>. Negara $ ini memiliki filosofi permainan politik luar negeri yang diajarkan oleh seorang bangsawan Italy bernama Nicolo Machiavelli pada abad 16 yang tertuang dalam bukunya &#8220;<strong>The Prince</strong>&#8221; atau &#8220;<strong>Sang Penguasa</strong>&#8221; dalam judul Bahasa Indonesia. Permainan politik itu menganjurkan setidaknya:</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika ada dua negara bertikai, kita tidak boleh <em>abstain</em>. Kita harus mendukung salah satu diantara mereka yang memiliki manfaat terbesar bagi kita atau yang memiliki kekuatan lebih besar&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Permainan politik ini sudah lama dijalankan oleh Negara $,  ketika Palestina bertikai dengan Israel dia mempersenjatai Israel. Ketika Kuwait dan Irak bertikai, dia mempersenjatai Kuwait. Ketika ada ketegangan di Timur Tengah mengenai Iran, dia memasok senjata untuk Turki. Ketika Korea Selatan bertikai dengan Korea Utara, dia mendukung Korea Selatan. Silahkan menambah daftar Anda sendiri jika ada.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Vietnam War protesters. 1967. Wichita, Kansas, 1967" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a3/Vietnam_War_protesters.jpg" alt="" width="364" height="454" /></p>
<p style="text-align: justify;">Betul, itulah permainannya. Lalu kapan giliran kita menjadi bagian permainan Negara $? Sepengetahuan saya, dari sisi pertikaian/ perang kita belum (semoga tidak) masuk dalam permainan mereka. Namun dalam permainan Perekonomian, kita sudah terjebak dalam permainan mereka, nama permainan itu <strong><em>&#8220;Siapa berhutang kepada siapa&#8221; </em></strong>~ Anda pasti paham maksud saya<strong><em>. </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, saya menghimbau jangan sampai kita bertikai dengan Malaysia, karena bisa jadi Negara $ ini akan menjadikan kita (Indonesia dan Malaysia) bagian dari mainan mereka. Mempersenjatai salah satu, dan memperkeruh suasana. Sejarah merupakan contoh yang nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya memperkeruh dengan mempersenjatai salah satu, media massa juga bisa dijadikan propaganda politik oleh negara $ ini. Contohnya pada saat revolusi Iran, Negara $ membayar media massa internasional untuk memberitakan hal buruk tentang Iran. Sehingga &#8220;halal&#8221; bagi mereka untuk mengembargo Iran pada masa itu. Lihat saja media massa (online) akhir-akhir ini memperkeruh dengan berita-berita Indonesia &#8211; Malaysia yang dibuat sedemikian rupa sehingga lebih heboh.</p>
<p style="text-align: justify;">Betul, problem ini (Indonesia &#8211; Malaysia) bisa menjadi permainan mereka Negara $ dan Bangsa Y. Semoga kita tidak menjadi bagian permainan ini, berdamai dan rukunlah Indonesia dengan Malaysia.</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Well, ini hanyalah sebuah teori. Belum bisa kita anggap benar. Semoga menjadi petunjuk bagi mereka yang mau berpikir.</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Buku politik <strong>&#8220;The Prince&#8221;</strong> karya <strong>Nicolo machiavelli</strong> dapat Anda Download di: <span style="text-decoration: underline;">http://history-world.org/The_Prince_T.pdf </span><br />
Versi bahasa Indonesia berjudul &#8220;Sang Penguasa&#8221; yang di terbitkan oleh Gramedia. Silahkan dicari di toko buku kalau ada, karena sempat dilarang untuk di cetak dalam beberapa tahun sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=788&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/berperang-dengan-negara-tetangga-sebuah-kajian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Mentalitas Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>http://budidian.com/membangun-mentalitas-ekonomi-kerakyatan.html</link>
		<comments>http://budidian.com/membangun-mentalitas-ekonomi-kerakyatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 09:14:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kerakyatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[Melihat begitu besarnya jarak antara rakyat miskin dan yang kaya (termasuk yang korupsi triliunan) di Indonesia, membuat saya sering memikirkan hal ini. Sebetulnya masalahnya di mana? Tingkat pendidikan kah? Kebijakan pemerintahkah? Mental kita kah? Berbagai kalangan menyatakan &#8220;Tingkat pendidikan yang buruk adalah penyebabnya&#8221; Ah, yang bener&#8230;? Buktinya para koruptor yang merugikan negara kita bukan lulusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Melihat begitu besarnya jarak antara rakyat miskin dan yang kaya (termasuk yang korupsi triliunan) di Indonesia, membuat saya sering memikirkan hal ini. Sebetulnya masalahnya di mana? Tingkat pendidikan kah? Kebijakan pemerintahkah? Mental kita kah?</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai kalangan menyatakan &#8220;Tingkat pendidikan yang buruk adalah penyebabnya&#8221; Ah, yang bener&#8230;? Buktinya para koruptor yang merugikan negara kita bukan lulusan SMP. Malah para lulusan SMP atau mereka yang tidak mengenyam pendidikan sarjana mampu membuka lapangan pekerjaan, bermanfaat bagi negara, sedangkan mereka yang Sarjana malah menyengsarakan negara. Jadi menurut saya, tingkat pendidikan bukan permasalahannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan menarik investor dari luar negeri? Mari kita galang investor dari luar negeri. Are you sure  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-question.gif' alt='???' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemikiran saya begini:</strong><br />
OK, saya nggak tahu sama sekali soal politik. Tapi saya bicara sebagai seorang pengangguran yang melihat permasalah mengenai &#8220;UANG&#8221;. Seorang investor menginvestasikan uangnya ke Indonesia tentu dengan satu pertanyaan: &#8220;Menguntungkan tidak saya Investasi di Indonesia?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya ada investor berencana menginvestasikan uangnya di Indonesia, setidaknyaakan berpikir : &#8220;Jika mengivestasikan 1 triliun US$, kapan akan balik modal? Dan berapa untung saya perbulan/pertahun?&#8221;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Investasi 1 triliun US$ dari negara asing tentu dianggap bagus. (I think)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saya ambil contoh misal ada sebuah investor ternama, sebut saja <strong>Kerpur</strong>, yang berbisnis retail. Menginvestasikan sekian dollar di Indonesia. Senangnya negara kita dan mungkin kita juga. Membuka lapangan kerja? Tentu. Bagus ya ada investor yang membuka lapangan pekerjaan di Indonesia? Eits, tunggu dulu&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-773" title="Retail" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/08/Retail.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua hal ingin saya bicarakan disini. <strong>Pertama</strong>, membuka lapangan pekerjaan tentu bagus, namun harga yang harus dibayar adalah pedagang kecil, rakyat kecil yang menjual barang-barang kebutuhan pokok atau sejenisnya merasa sangat dirugikan dengan adanya binis retail tersebut. Betapa tidak, harga jual <strong>Kerpur</strong> bisa jauh dibawah harga eceran pedagang kecil. Pembukaan lapangan pekerjaan harus dibayar dengan membunuh pedagang kecil yang memiliki mental pengusaha/wirausaha. Bijaksanakah?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ke-Dua</strong>, kalau kita telaah lebih lanjut, yang berinvestasi adalah dari negara asing. Seperti yang saya utarakan sebelumnya, bahwa investor pasti mencari &#8220;UNTUNG&#8221;. Misal nih, kita membeli di <strong>Kerpur</strong>, memakai uang kita, rupiah tercinta, hasil kerja keras kita di kantor atau bisnis kita. <strong>Kerpur </strong>untung, tetapi keuntungannya tentu dibawa ke negara investor. Betul tidak?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-774" title="pedagang kecil" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/08/pedagang-kecil.jpg" alt="" width="500" height="400" /></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi<em> (menurut saya)</em>, ini seperti seekor lintah yang menyerap darah rakyat (membunuh pedagang kecil) namun kita tidak menyadarinya karena tidak sadar akan perputaran uang <strong>(Cash Flow)</strong>. Jadi siapa yang senang sekarang?  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-hmm...gif' alt=':skeptic' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Seharusnya ada proteksi. Dan jika ada sebuah metode yang sudah pernah digunakan namun tidak berhasil, ya harus diganti. Toh, jika sebuah metode yang sama diterapkan berulang-ulang, hasilnya pasti akan sama. Ya tho..?  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-party.gif' alt=':congrat' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p><strong>Lalu apa yang harus kita lakukan? </strong> <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-idea.gif' alt=':idea' class='wp-smiley' />  <strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, proteksi terhadap Indonesia wajib dilakukan. TEGAS, jika memang benar, bertindaklah TEGAS. Bukan hanya proteksi terhadap keutuhan wilayah dan batas wilayah NKRI, namun juga proteksi ekonomi. Eits, itu urusah pemerintah, saya sebagai rakyat kecil tidak memiliki kekuasaan sejauh itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai rakyat kecil, yang bisa kita lakukan adalah memberikan mentalitas kepada diri kita sendiri, keluarga dan anak-anak kita untuk tidak terlalu sering ke super market milik orang asing<strong>.</strong> Miliki mental berbelanja di toko-toko kecil, pedagang kecil. Jika tidak, rupiah kita akan dihisap untuk dibawa negara investor. Dan yang lebih parah lagi, membunuh pedagang kecil. Semakin lebarnya jarak antara si Kaya dan si Miskin bisa membuat *ambruk negara kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya ini terserah pribadi kita masing-masing. Permasalahan yang ada di negeri ini adalah masalah kita semua. Bukan hanya dipikul oleh pemerintah saja. Himbauan ini hanyalah hal kecil yang bisa kita lakukan untuk rakyat Indonesia <em>(rakyat kecil)</em> untuk jangka panjang. Well, mari kita tanyakan kepada hati nurani kita masing-masing &#8220;<em>Bersediakah kita membangun negara kita bukan malah membangun negara lain ~ negara investor&#8221;</em>. <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-aniheart.gif' alt=':aniheart' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=771&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/membangun-mentalitas-ekonomi-kerakyatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersedekah Apakah Hanya Setelah &#8220;Merasa Cukup&#8221;?</title>
		<link>http://budidian.com/bersedekah-apakah-hanya-setelah-merasa-cukup.html</link>
		<comments>http://budidian.com/bersedekah-apakah-hanya-setelah-merasa-cukup.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 14:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah di Jalan Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini kepala saya melayang-layang teringat salah seorang teman semasa kuliah di STT Telkom yang tidak henti-hentinya mengajak untuk bersedekah. Saya setuju dengan ajakan dia. Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa semua ini berdasar atas pandangan saya sebagai seorang muslim. Saya menulis ini karena pernah mendengar ketika seseorang diajak untuk bersedekah di jalan Alloh mengatakan &#8220;Bersedekah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/08/mari-sedekah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-767" title="mari sedekah" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/08/mari-sedekah.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-sun.gif' alt=':sun' class='wp-smiley' />  Hari ini kepala saya melayang-layang teringat salah seorang teman semasa kuliah di STT Telkom yang tidak henti-hentinya mengajak untuk bersedekah. Saya setuju dengan ajakan dia.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-markotop.gif' alt=':good' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa semua ini berdasar atas pandangan saya sebagai seorang muslim. Saya menulis ini karena pernah mendengar ketika seseorang diajak untuk bersedekah di jalan Alloh mengatakan &#8220;Bersedekah dalam keadaan cukup itu mudah, namun bersedekah dalam keadaan tidak cukup itu sulit.&#8221; dikatakan disini &#8220;<strong>sulit</strong>&#8221; bukan &#8220;<strong>tidak mungkin</strong>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya hanya seorang &#8220;pengangguran&#8221; lantas pikiran saya selalu melayang ke hal-hal mendasar. Setelahnya kepala saya mulai bertanya,</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Kapankah manusia merasa cukup?&#8221;</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Kemudian saya berpikir:</strong></span> <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-idea.gif' alt=':idea' class='wp-smiley' /> <span style="text-decoration: underline;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang bekerja <em>(termasuk saya dulu)</em>, merasa gajinya tidak cukup <em>(dengan alasan ini terkadang seseorang enggan sedekah)</em> lalu menginginkan kenaikan gaji. Untuk membeli rumah, untuk biaya menikah atau apapun alasannya.  Okay, si bos menaikkan gajinya dua kali lipat karena dia mengatakan berencana akan pindah ke perusahaan kompetitor. Menikahlah dia, kemudian memiliki rumah dari gajinya yang dibeli secara kredit.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-home.gif' alt=':home' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lantas apakah sudah merasa cukup?</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentu tidak, kebutuhan rumah tangga akan semakin meningkat. Pajak rumah,  pajak ini itu, cicilan rumah, biaya rumah tangga dll. Akhirnya,  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-devil.gif' alt=':devil' class='wp-smiley' />   tetap saja dia tidak merasa cukup, dan tetap dengan alasan klasik inilah seseorang enggan bersedekah untuk sesama, untuk agama Alloh, untuk Akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggap saja pada akhirnya si bos menaikkan jabatannya, naik pula gajinya, juga tunjangannya. Dengan naiknya jabatan, naik pula pamor orang tersebut di perusahaan, pada umumnya nafsu manusia akan berbicara setelahnya dan mengatakan &#8220;<strong>Tidak afdhol jika tidak memiliki mobil BMW</strong>&#8221;  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-sedan.gif' alt=':sedan' class='wp-smiley' />  .  Akhirnya dia membeli BMW secara kredit. Bertambah pula pengeluaran untuk biaya cicilan mobil orang tersebut. Dan biasanya setelah mencapai level ini, si pegawai melirik kartu kredit alias berhutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelahnya, alasan tidak bersedekah di jalan Alloh, tetap alasan klasik,   <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-devil.gif' alt=':devil' class='wp-smiley' />  &#8220;<strong>Tidak cukup, dan saya masih berhutang</strong> ~ dengan kartu kredit&#8221; gumam orang tersebut. MasyaAlloh, semoga kita tidak seperti cerita fiksi saya ini. Karena memang hanya cerita fiksi. Hehehe..  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-peace.gif' alt=':peace' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, mari kita renungi ayat-ayat dibawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Quran Surat <strong>Al-Ma&#8217;aarij</strong> ayat <strong>15 &#8211; 25</strong></p>
<table dir="rtl" border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>إِنَّهَا لَظَىٰ ﴿١٥﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(15)&#8230;Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ ﴿١٦﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(16) Yang mengelupaskan kulit  kepala,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ ﴿١٧﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(17) Yang memanggil orang yang  membelakang dan yang berpaling (dari agama).</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰ ﴿١٨﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(18) Serta mengumpulkan (harta  benda) lalu menyimpannya .</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>۞ إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ  هَلُوعًا ﴿١٩﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(19) Sesungguhnya manusia diciptakan  bersifat keluh kesah lagi kikir.</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا ﴿٢٠﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(20) Apabila ia ditimpa kesusahan ia  berkeluh kesah,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا ﴿٢١﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(21) dan apabila ia mendapat  kebaikan ia amat kikir,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>إِلَّا الْمُصَلِّينَ ﴿٢٢﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(22) kecuali orang-orang yang  mengerjakan shalat,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ ﴿٢٣﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(23) yang mereka itu tetap  mengerjakan shalatnya,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ ﴿٢٤﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(24) dan orang-orang yang dalam  hartanya tersedia bagian tertentu,</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ ﴿٢٥﴾ </strong></td>
</tr>
<tr>
<td dir="ltr" bgcolor="#efefef">(25) bagi orang (miskin) yang  meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Yang perlu kita garis bawahi adalah:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Api neraka sangat-sangat panas hingga membuat kulit kepala kita mengelupas  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-crying.gif' alt=':crying' class='wp-smiley' />  .</li>
<li style="text-align: justify;">Di dalam harta yang kita miliki ada bagian tertentu bagi orang (miskin) yang  meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). Mari bersedekah mulai sekarang untuk mensucikan harta yang kita pakai setiap hari..  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-money.gif' alt=':money' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=758&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/bersedekah-apakah-hanya-setelah-merasa-cukup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filosofi mencari duit di internet dengan Adsense</title>
		<link>http://budidian.com/filosofi-mencari-duit-di-internet-dengan-adsense.html</link>
		<comments>http://budidian.com/filosofi-mencari-duit-di-internet-dengan-adsense.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 14:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adsense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Karena saya tidak begitu memiliki pengetahuan teknis mengenai Adsense dan website sebaik seorang alumni satu kampus yang memiliki web di IncridiBlog.com, sekarang saya tertarik untuk menulis pola pikir dan filosofinya. I love philosophy. Karena filsafat melibatkan proses berpikir, mari kita berpikir tentang Adsense. Anda tentu sudah mengetahui Adsense atau Google Adsense bukan? Jika belum tahu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Karena saya tidak begitu memiliki pengetahuan teknis mengenai Adsense dan website sebaik seorang alumni satu kampus yang memiliki web di <strong><a target="_blank" title="Rofiul Hadi Blog" rel="nofollow" href="http://incridiblog.com" target="_blank">IncridiBlog.com</a></strong>, sekarang saya tertarik untuk menulis pola pikir dan filosofinya. I love philosophy.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena filsafat melibatkan proses berpikir, mari kita berpikir tentang Adsense. Anda tentu sudah mengetahui Adsense atau Google Adsense bukan? Jika belum tahu, Anda dapat mempelajari detail teknis tentang Adsense di website salah seorang Alumni kampus saya yang saya sebutkan di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin Anda sering bertanya, &#8220;Bagaimana sih mereka koq bisa mendapatkan uang banyak dari Adsense?&#8221;. Saya sendiri masih mencari jawabannya, apakah mungkin faktor keberuntungan berpengaruh dalam kegiatan mengais rejeki dari internet ini?</p>
<p>Begini filosofi-nya (belum saya test, karena hanya buah pemikiran)</p>
<p>Ada dua hal yang bisa kita lakukan dalam kegiatan ini. <strong>Pemikiran Pertama</strong>:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika Anda mampu menghasilkan 2$ sehari dari satu website saja, maka untuk mendapatkan 100$ perhari Anda memerlukan 50 website&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Artinya 2$/hari x 50 = 100$/hari maka dalam satu bulan Anda mampu mendapatkan rata-rata 3000 $. Sangat menarik bukan? Dengan 3000$ setiap bulan, saya yakin Anda bisa &#8220;memecat&#8221; bos Anda di kantor (tidak bekerja lagi) ~ bercanda  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-smilee.gif' alt=':happycry' class='wp-smiley' />    <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-peace.gif' alt=':peace' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin salah satu dari Anda akan berpikir tentang biaya 50 website, harga sebuah domain 100rb pertahun. Maka, 50 website menghabiskan sekitar Rp. 5 juta untuk setahun hanya untuk domain. Belum lagi hostingnya.</p>
<p>Jawab saya, untuk domain Anda dapat menggunakan .co.cc hanya 10$ dapat 100 domain .co.cc. Mengenai hosting, Anda bisa memilih hosting yang unlimit seperti hostgator misalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Apa kendalanya? Nah, ini dia tantangannya adalah bagaimana kita mengatur posting/artikel di 50 buah website. Lha wong saya ngisi blog saya (www.budidian.com) saja kadang tidak tahu harus nulis apa. Kadang juga hanya mampu seminggu sekali, kata orang-orang sih minimal 1 posting sehari. Hehehe..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemikiran Ke-dua</strong>, Anda tidak perlu membuat 50 website. Hanya satu atau dua website saja. WOAWh&#8230;. keren bukan? Tetapi&#8230; tunggu dulu, ada &#8220;tetapi&#8221;-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pola pikirnya begini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika Anda memiliki satu website dengan pengunjung website Anda 100 orang perhari (Visitor) lalu Anda mampu mendapat, misal 2$. Maka untuk mendapat 100$ setiap hari, Anda harus mampu mendatangkan sebanyak  (100$/2$)x100 = 5000  (lima ribu) orang visitor perhari ke website Anda.&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Benar&#8230; bagi Anda yang memusingkan mengenai biaya domain yang sampai Rp. 5 juta setahun pada pemikiran pertama, cara ini mungkin lebih cocok bagi Anda. Karena dengan hanya satu atau dua website saja tentu jauh lebih mudah mengelola.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi jangan terlalu senang dulu, tentu ada kendalanya.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-hehe.gif' alt=':hehe' class='wp-smiley' />  Hehe.. Mendatangkan visitor 5000 orang perhari tentu tidak mudah, saya katakan &#8220;<strong>tidak mudah</strong>&#8221; bukan berarti &#8220;<strong>tidak mungkin</strong>&#8220;. Kita harus belajar SEO-lah, original content-lah, kata orang-orang kita juga harus sering comment di blognya milik orang lain lah, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Catatan:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diingat, kedua hal tersebut di atas belum saya aplikasikan. Maka dari itulah saya memberi judul &#8220;filosofi&#8221; dan hanya sekedar &#8220;idea&#8221;. Well, jika Anda telah berhasil menghasilkan uang lebih banyak setelah membaca dan mengaplikasikan filosofi ini, Anda boleh memberikan donasi dollar Anda ke saya lho&#8230;  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-yes.gif' alt=':yess' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=746&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/filosofi-mencari-duit-di-internet-dengan-adsense.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angka &#8220;Pengangguran&#8221; Indonesia Bertambah Satu</title>
		<link>http://budidian.com/angka-pengangguran-indonesia-bertambah-satu.html</link>
		<comments>http://budidian.com/angka-pengangguran-indonesia-bertambah-satu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 13:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[PENGANGGURAN, satu kata yang menjadi momok bagi beberapa orang dan hanya  hal biasa bagi beberapa jenis orang. Pengangguran, umumnya terjadi karena  dua hal, resign yaitu keluar dari satu perusahaan atas permintaan pegawai.  Yang kedua adalah karena PHK, dipecat maupun masa kontrak habis, yaitu si  pegawai keluar dari perusahaan karena keputusan manajemen perusahaan  tersebut. Saya termasuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-739" title="homeless-blogger" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/08/homeless-blogger.jpg" alt="Homeless Blogger" width="150" height="150" />PENGANGGURAN, satu kata yang menjadi momok bagi beberapa orang dan hanya  hal biasa bagi beberapa jenis orang. Pengangguran, umumnya terjadi karena  dua hal, resign yaitu keluar dari satu perusahaan atas permintaan pegawai.  Yang kedua adalah karena PHK, dipecat maupun masa kontrak habis, yaitu si  pegawai keluar dari perusahaan karena keputusan manajemen perusahaan  tersebut. Saya termasuk golongan yang pertama yaitu keluar dari perusahaan  atas permintaan saya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap orang memiliki kisahnya sendiri sehubungan dengan menjadi  pengangguran. Kisah saya sendiri dimulai ketika sedang panas-panasnya  pemberitaan masalah Bank Century dan KPK  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-tv.gif' alt=':anitv' class='wp-smiley' /> . Yang kemudian merambat ke masalah  korupsi di negara kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu saya menjadi seorang sales salah satu perangkat lunak dari  Rusia. Dari beberapa kali saya mencoba menjual, saya menemukan ada indikasi  korupsi kecil. Sebuah bibit korupsi, sebuah mental korupsi pada orang-orang  yang hendak membeli perangkat lunak ini. Uang entertainment, Uang jalan,  atau apapun sebutan mereka yang notabene masuk ke kantong pribadi atau  segelintir orang.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-nocomment.gif' alt=':nocomment' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika kita memberikan jalan kepada orang yang berbuat dosa, maka kita juga  mendapat dosa atas perbuatan dosa mereka.&#8221; Setidaknya itu yang saya tahu  dari ajaran Islam, Rahmat Seluruh Alam.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika, saya dalam rangka menjual perangkat lunak tersebut pada salah  satu institusi yang terjadi di luar dugaan. Karena tujuan mereka hanya  &#8220;menghabiskan budget supaya tidak ditarik lagi budgetnya&#8221;, konflik  kepentingan terjadi. Siapa mendapatkan apa, dan siapa mendapat bagian  berapa.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-nocomment.gif' alt=':nocomment' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Astagfirullah, saya ikut menyuburkan cikal bakal mental korupsi &#8211; walau  skala kecil &#8211; di institusi ini. Saya tidak mau mengulangi lagi.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setelah kejadian tersebut, saya mengutarakan untuk keluar (resign) kepada  atasan saya dengan alasan kejadian tersebut dan pastinya kejadian itu dapat  terulang kembali. Ditengah panasnya masalah Bank Century, KPK dan Korupsi  di negara ini, saya malah melihat sendiri cikal bakal koruptor baru di masa  akan datang.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemanakah hati nurani mereka?  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-tired.gif' alt=':tired' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setelah resign, saya mulai tidak tertarik untuk bekerja kembali mengetahui  jika gaji yang saya makan adalah uang dari perusahaan yang menciptakan  orang lain berbuat bathil. Bagaimana dengan gaji yang Anda terima? Semoga bersih dari haram dan riba.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-money.gif' alt=':money' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya, bertambah satu juga angka pengangguran di Indonesia &#8211; kemudian menjadi <strong>Full Time Blogger</strong>.  <img src='http://budidian.com/wp-includes/images/smilies/smily-say-like.gif' alt=':ilike' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=738&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/angka-pengangguran-indonesia-bertambah-satu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Mau Dipecah Ukhuwah Islamiah Kita &#8211; Lagi</title>
		<link>http://budidian.com/jangan-mau-dipecah-ukhuwah-islamiah-kita-lagi.html</link>
		<comments>http://budidian.com/jangan-mau-dipecah-ukhuwah-islamiah-kita-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 18:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Islam, sebuah kesatuan yang sangat kuat di Indonesia bahkan sejak jaman kolonial Belanda. Begitu kuatnya persatuan Islam (saya artikan: Ukhuwah Islamiah) tergabung dalam satu organisasi di Indonesia pada masa itu menjadikan pemerintahan Belanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bagi Anda yg tidak berkenan dengan tulisan saya, anggap saja hanya cerita fiksi sebelum tidur. Kisah nyata atau tidak, terserah bagaimana Anda menilai.&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/Indonesia-Muslims.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-728" title="Indonesia Muslims" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/Indonesia-Muslims.jpg" alt="" width="416" height="300" /></a>Islam, sebuah kesatuan yang sangat kuat di Indonesia bahkan sejak jaman kolonial Belanda. Begitu kuatnya persatuan Islam <em>(saya artikan: Ukhuwah Islamiah) </em>tergabung dalam satu organisasi di Indonesia pada masa itu menjadikan pemerintahan Belanda kuatir, mereka melihat sejarah perang salib seandainya Islam bersatu maka Islam bisa menjadi sangat kuat dalam membela yang hak dan memerangi yang bathil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekuatiran pemerintahan Belanda pada saat itu &#8211; <em>mungkin</em> &#8211; karena melihat sejarah perang salib. Ketika itu 40 ribu tentara Perang Salib yang dipimpin Peter The Hermit menyerbu tanah suci Palestina Suasana penuh dendam dan amarah, Kota itu pun dibumihanguskan. Tak kurang dari tujuh ribu penduduk tak berdosa di kota itu dibantai. Fanatisme buta itupun kemudian mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus. Serangan dahsyat itu akhirnya membuat Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem jatuh ke tangan tentara Salib. Kemenangan tentara Salib itu dikotori dengan pembantaian terhadap kaum Muslimin yang sama sekali tak bersalah. Kekejaman tentara Salib itu digambarkan melebihi Jengis Khan dan Hulagu Khan ketika melibas kekhalifahan Abassiyah dan meruntuhkan Baghdad.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dalam pengambil alihan Yerussalem oleh tentara Islam, dalam peperangan tersebut sesuai dengan kaidah kemanusiaan. Pasukan yang dipimpin oleh Salahudin Al-Ayubi  sangat bertanggungjawab, menjaga peraturan di setiap jalan, mencegah segala bentuk kekerasan sehingga tidak ada kedengaran orang non-Muslim dianiaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke cerita &#8220;fiksi&#8221;. Karena kekuatiran tersebut pada akhirnya pihak Belanda mengutus orang untuk mempelajari ajaran Islam dan orang Indonesia. Tak lama kemudian, akal cerdik &#8211; <em>atau boleh dibilang licik </em>- dilakukan untuk memecah kekuatan Ukhuwah Islamiah di Indonesia. Dipecahlah Islam di Indonesia menjadi dua kelompok besar yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Berhasilnya kolonial Belanda memecah dua kekuatan tersebut, menjadikan pemerintahan Belanda dapat menjajah Indonesia lebih lama &#8211; lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/NY_muslims.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-727" title="NY_muslims" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/NY_muslims.jpg" alt="" width="350" height="250" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah &#8220;mereka&#8221; masih kuatir dengan kekuatan Islam, rahmat bagi seluruh alam ini? &#8220;<strong>Masih</strong>&#8220;, jawab saya. Walau Islam di Indonesia sudah dipecah menjadi dua kelompok besar, dan berbagai kelompok kecil. Namun perkembangan Islam di Indonesia masih tetap bagus. Indonesia masih menjadi negara Islam terbesar.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apakah akal cerdik &#8211; <em>atau boleh dibilang licik </em>- berikutnya? Bukankah kita sudah sering melihat di dalam berita bermunculan aliran-aliran baru. Bahkan ada yang menghujat Rosulullah dengan menyebut bahwa &#8220;Rosulullah Muhammad tidak suci&#8221;. Saya melihat adanya trend aliran-aliran yang jauh menyimpang dari ajaran Islam untuk memecah Islam di Indonesia. Aliran A, Aliran B, Aliran C, muncul satu persatu <em>(tidak bisa saya sebutkan)</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekuatiran &#8220;mereka&#8221; tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Saya sendiri tidak tahu apa yang &#8220;mereka&#8221; kuatirkan. Apakah Islam Agama keras? Kejam terhadap kepercayaan lain? &#8220;<strong>Tentu tidak</strong>&#8220;, jawab saya. Terbukti di Indonesia dengan mayoritas Muslim, toh penduduknya dapat bersatu padu.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahai saudaraku umat muslim, saya yang juga baru mengenal, meyakini dan mengimani Islam menghimbau untuk berhati-hati jika memang cerita &#8220;fiksi&#8221; saya ini benar dan bahwa &#8220;mereka&#8221; sedang berupaya memecah Ukhuwah Islamiah kita. Memecah belah dan mengaburkan keimanan kita dengan pengaburan ajaran menyimpang. <em><strong>Berpegang teguhlah pada Al-Quran dan Hadist</strong></em> dalam segala urusan, jangan fanatik dan langsung percaya  apa yang dikatakan orang tanpa merunut lebih dalam di dalam Al-Quran dan Hadist. Allohu Akbar !!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bagi Anda yg tidak berkenan dengan tulisan saya, anggap saja hanya cerita fiksi sebelum tidur. Kisah nyata atau tidak, terserah bagaimana Anda menilai. Semoga menjadi petunjuk bagi mereka yang berpikir.&#8221;</p>
</blockquote>
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=723&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/jangan-mau-dipecah-ukhuwah-islamiah-kita-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Video Game&#8221; Mengerikan dari Israel</title>
		<link>http://budidian.com/video-game-mengerikan-dari-israel.html</link>
		<comments>http://budidian.com/video-game-mengerikan-dari-israel.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 15:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Dian Sulistyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestine]]></category>
		<category><![CDATA[Video Game]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidian.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Nama Video Game ini adalah "Spot and Shoot", dioperasikan dari jarak jauh dengan menggunakan alat sejenis Joystick Playstation. Memang mirip video game (lihat gambar di atas), tapi di dalam monitor adalah orang betulan - Orang Palestina di Gaza - yang mana bisa ditembak kapan saja dengan menekan tombol di Joystick.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Video Game&#8221; </strong><strong>Mengerikan </strong><strong>dari Israel, </strong>Saya tidak membicarakan Video Game sejenis Counter Strike atau Medal Of Honour. Video Game ini ada di dunia nyata dan yang jadi sasaran adalah manusia<em> (tidak manusiawi)</em>, sedang yang menembak (pemain video game) berada jauh dari lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/War-Game-in-Israel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-715" title="War Game in Israel" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/War-Game-in-Israel.jpg" alt="" width="446" height="213" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Nama <em><strong>Video Game</strong></em> ini adalah <strong>&#8220;Spot and Shoot&#8221;</strong>, dioperasikan dari jarak jauh dengan menggunakan alat sejenis Joystick Playstation. Memang mirip video game (lihat gambar di atas), tapi di dalam monitor adalah orang betulan &#8211; Orang Palestina di Gaza &#8211; yang mana bisa ditembak kapan saja dengan menekan tombol di Joystick.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang tentara perempuan, berada di ruangan jauh dari Gaza, bertanggungjawab untuk membidik dan menembakkan senapan mesin dengan remote control yang dipasang di sebuah tower yang masing-masing antar tower senjata remote control ini berjarak beberapa ratus meter.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/israel-automated-sentry-tower-remote-killing.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-716" title="israel-automated-sentry-tower-remote-killing" src="http://budidian.com/wp-content/uploads/2010/07/israel-automated-sentry-tower-remote-killing.jpg" alt="israel automated sentry tower remote killing" width="249" height="440" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut Anda dengan <strong>&#8220;Video Game&#8221; </strong>terbaru dari Israel ini, <strong>Mantap</strong> atau <strong>&#8220;Pengecut&#8221;</strong> atau<strong> Biadab.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a target="_blank" href="http://qassam.ps/article-3145-The_Spot_and_Shoot_Game_racist_Israeli_game.html" target="_blank">www.qassam.ps </a></p>
<img src="http://budidian.com/?ak_action=api_record_view&id=714&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidian.com/video-game-mengerikan-dari-israel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
